Alat Pelindung Diri yang Benar serta Wajar Jadi Penentu K3



Angka keselamatan serta kesehatan di Indonesia masih tinggi. Data Tubuh Pelaksana Agunan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat sekitar 101.367 masalah di 17.069 perusahaan dari keseluruhan 359.724 perusahaan yang tercatat dengan korban wafat sekitar 2.382 orang s/d November tahun 2016. sepatu safety bisa menjadi solusi untuk kamu.

Menurut Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan serta Keselamatan serta Kesehatan Kerja (PPK serta K3) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Sugeng Priyanto, dari angka tertera di atas DKI Jakarta serta Jawa Barat tempati posisi pertama serta ke-2 dengan kisaraan angka di atas 26 ribu masalah.

“Kecelakaan kerja berbentuk jatuh dari ketinggian di tingkat ke-2 sesudah kecelakaan di jalan raya. Satu diantara sebabnya ialah tidak disiapkannya ataukah tidak digunakannya alat pelindung diri yang benar serta wajar,” tuturnya saat bicara di Media Grup Interview 3M Indonesia, Kamis (12/10) tempo hari, di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Sugeng menjelaskan, sekarang ada banyak alat pelindung diri yang tidak wajar alias palsu yang tersebar, dari mulai pelindung kepala, mata, telinga, pernafasan, tubuh serta kaki yang terhitung alat pelindung jatuh perseorangan.

Berdasar UU No.1 Tahun 1970 mengenai Keselamatan Kerja, Program K3 dalam tempat kerja dikerjakan dengan memerhatikan hirarkis pengaturan bahaya. Hirarkis di sini tujuannya, lewat usaha eliminasi, substitusi, pengaturan tehnis, serta pengaturan administratif pada sumber bahaya dan pemakaian alat pelindung diri.

“Oleh karenanya, pemakaian alat pelindung diri itu benar-benar penting sebab adalah representatif usaha mendesak K3 yang perlu diyakinkan benar serta wajar,” tuturnya.

Tahun 2017 adalah tahun ke tiga buat pemerintah ndonesia untuk terus-terusan berupaya wujudkan kemandirian warga berbudaya Keselamatan serta Kesehatan kerja (K3) pada tahun 2020. Diantaranya pengaturan akan berlangsungnya kecelakaan kerja yang tercatat dalam Ketentuan Menteri Tenaga Kerja serta Transmigrasi Republik Indonesia No. 8 Tahun 2010 mengenai Alat Pelindung Diri (APD) yang mengatakan, entrepreneur harus sediakan APD buat pekerja/buruh dalam tempat kerja. Dimana APD itu harus sesuai Standard Nasional Indonesia (SNI) atau standard yang berlaku.

3M Saferty Technology Day

3M Indonesia mengadakan 3M Safety Technology day untuk kali pertamanya di Indonesia. Dalam peluang yang sama, 3M mengeluarkan Safety Mobile Pelatihan Center yang ditujukan untuk menyangga program tingkah laku keselamatan pemerintah Indonesia.

Presiden Director 3M Indonesia, Sashidharan Sridharan, menjelaskan, pekerjaan ini telah jadi loyalitas 3M Indonesia dengan global hingga bisa memberi dukungan program pemerintah untuk peningkatan budaya keselamatan serta kesehatan kerja (K3).

“Di 3M, semua pekerjaan yang kami kerjakan merujuk pada prinsip penting kami, yakni mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan di tiap segi kehidupan manusia. Pengalaman dan kepemimpinan perusahaan kami dengan global yang sudah lama dalam soal memajukan keamanan dalam tempat kerja ini searah dengan visi pemerintah Indonesia untuk mewujdkan kemandirian warga Indonesia dalam mengimplementasikan keselamatan serta kesehatan kerja tahun 2020,” tuturnya di acara yang sama.

3M memiliki komitmen selalu untuk sediakan jalan keluar paling baru serta paling baik buat warga Indonesia di bagian keselamatan serta kesehatan kerja. Diluar itu, Sashidharan megatakan, 3M akan terus membuat training serta penyuluhan untuk mengedukasi beberapa konsumen setia tentang bagaimanakah cara pilih alat pelindung diri yang paling cocok serta bagaimanakah cara pemakaiannya yang pas.

Sesaat Business Director Infrastructur, Construction, Energy and Government Market PT 3M Indonesia, Audist Subekti menjelaskan, 3M Safety Technology Day serta Safety Mobile Pelatihan Center adalah bentuk riil suport 3M pada program-program pemerintah untuk tingkatkan keselamatan serta kesehatan kerja lewat pemakaian APD dan untuk kurangi angka kecelakaan karena kerja di Indonesia.

“Beberapa waktu itu, kami lakukan edukasi sekitar utamanya pemakaian respirator membuat perlindungan pekerja dari risiko penyakit karena kerja serta publikasi anti barang palsu (anti counterfeit campaign). Ini hari kami kembali lakukan edukasi berkaitan keselamatan serta kesehatan kerja, khususnya dalam soal perlindungan pada pendengaran serta kerja pada ketinggian,” tuturnya.

3M Safety Mobile Pelatihan Center akan berkeliling-keliling ke ruang industri serta beberapa distributor di lokasi Jabodetabek. Lewat kedatangan Safety Mobile Pelatihan Center ini, 3M memiliki komitmen untuk mencapai makin banyak warga yang mengerti utamanya pemakaian alat pelindung diri, langkah pilih alat pelindung diri yang pas sesuai keperluan, atau langkah pemakaiannya yang paling efisien.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

A web designer from India. And then you write some more information about yourself like this to fill out the space that is left.

0 komentar:

Posting Komentar